0

ANNOUNCEMENT!!!

Wednesday, October 5, 2016
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh...

Alhamdulillah bisa blog lagi walaupun udah ga sesering dulu hehe :D
Pertama-tama saya mohon maaf bila jarang membalas komentar kalian semua dikarenakan sekarang saya lagi sibuk-sibuknya kuliah.
Mungkin blog ini akan saya tidak urus sementara dikarenakan tugas kuliah yang lagi padat-padatnya..

Udah sekian dari saya, mohon maaf bila pesan ini gak terlalu penting wkwkwkw
0

Tutorial Instalasi ClearOS [Video]

Wednesday, March 5, 2014
Halo kawan-kawan!! kali ini saya akan membagikan cara instalasi step-by-step ClearOS hehehe.. Langsung Aja :

0

Cara Mengatasi Masalah "The User Profile Service failed the logon”

Thursday, December 5, 2013
Halo Sobat.. Sudah lama saya gak update nih bro hehe :D .
Hari ini saya akan menjelaskan cara mengatasi masalah "The User Profile Service failed the logon" tetapi saya sarankan sebelum itu anda membackup registry anda.

  1. Pertama-tama, masuk dulu ke dalam profil akun pengguna yang memiliki level administrator atau masuk ke Safe Mode dengan me-restart Windows kemudian tekan F8
  2. Buka Registry Editor dengan cara tekan kombinasi tombol Windows + R kemudian ketik "regedit" tanpa tanda kutip.
  3. Di dalam Registry Editor, cari registry subkey:
    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\ProfileList
  4. Di dalam panel navigasi , cari folder yang berawalan S-1-5 (SID key) yang diikuti oleh banyak angka.
  5. Klik di setiap S-1-5 folder, cari  kata ProfileImagePath di kolom sebelah kanan, dan double-klik utk  memastikan bahwa itu adalah profil akun pengguna yang error.
    2705065

    • Jika anda memiliki dua folder S-1-5 yang diikuti oleh banyak angka dan salah satu folder itu berakhir dengan .bak, Anda harus mengganti nama folder .bak tersebut. Untuk itu, ikuti langkah2 berikut :
      1. Klik Kanan folder tanpa .bak, kemudian klik Rename. ketik .ba, dan kemudian tekan ENTER.
        2493038
      2. Klik kanan folder dengan akhiran .bak, kemudian klik Rename. Hapus .bak dibagian belakang nama folder, kemudian tekan ENTER.
        2493039
      3. Klik kanan folder dengan akhiran .ba,  kemudian klik Rename.Ganti kata .ba menjadi .bak dibagian belakang nama folder, kemudian tekan ENTER.
        2493040
    • Jika anda hanya mempunyai satu folder S-1-5 yang diikuti oleh banyak angka dan berakhiran .bak. Klik kanan folder itu, kemudian klik Rename. Hapus .bak dibagian belakang nama folder, kemudian tekan ENTER.
  6. Double-click folder tanpa .bak di kolom kanan, double-click RefCount, tulis dengan angka 0, dan kemudian klik OK.
    2493045
  7. Double-click folder tanpa .bak di kolom kanan, double-click State, tulis dengan angka 0, dan kemudian klik OK.
    2493046
  8. Tutup Registry Editor.
  9. Restart komputer anda.
  10. Login kembali dengan profil akun pengguna anda.

    SELAMAT MENCOBA~
    sumber
1

Perintah Dasar Linux

Friday, September 27, 2013
Tadi struktur direktori linux sudah, sekarang saya akan menjelaskan tentang perintah-perintah dasar di terminal linux.
 Berikut ini adalah beberapa perintah-perintah dasar pada linux

  • (any_command --help)         Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. "--help" sama dengan perintah pada DOS "/h".
  • (ls)           Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls --color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
  • (cd directory)         Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd - akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya 
  • (cp source destination)
    Mengopi suatu file  
  • (mcopy source destination)
    Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh <tt>mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat.... 
  • (rm files)                   Menghapus file
  • (mkdir directory)            Membuat direktori baru 
  • (rmdir directory)            Menghapus direktori yang telah kosong 
  • rm -r files)
    (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
  • (pico filename)
    Edit suatu text file.
  • (halt)
    reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
  • (pwd)
    Melihat direktori kerja saat ini
  • (hostname)
    Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
  • (whoami)
    Mencetak login name anda
  • (id username)
    Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
  • (date)
    Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000
  • (time)
    Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
  • (who)
    Melihat user yang login pada komputer kita.
  • (uptime)
    Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
  • (clear)
    Membersihkan layar.
0

Struktur Direktori Linux

Hari ini saya akan menjelaskan tentang struktur direktori linux, langsung aja ^^
 
Struktur Linux atau Struktur directory Linux tidak hanya berhubungan dengan software, tapi jg hardware.
Struktur Linux meliputi:
  1. Kernel
  2. Shell
  3. Utilitas
  4. Application
Kernel adalah bagian utama dari sistem linux, yang secara lansung mengontrol hardware dan displays dari level rendah.
Linux memiliki user interface untuk sambungan dibagian luar kernel linux yang disebut system call. System call menginstruksikan kernel untuk melakukan suatu perintah tertentu sesuai permintaan programmer.

Shell adalah penerjemah (interpreter) pada sistem linux. Shell menerjemahkan perintah yang diberikan pengguna atau dengan kata lain, shell adalah antarmuka antara pengguna dengan sistem linux. Beberapa shell Linux antara lain: Bourne Again shell (/bin, /bash), C shell (/bin, /csh),
Korn Shell (/bin, /ksh).

Struktur Directori Linux
1. Ordinary File

File yang digunakan untuk menyimpan data, file sumber, dokumen, grafik, dan program objek lainnya. File ini dapat dibagi menjadi: The text file, Shell scripts, file executable (binary), The data file (yang telah dikodekan). 
2. Direktori
File yang berisi daftar nama dan nomor inode masing-masing file. 
3. Special Files
File yang umumnya menyatakan suatu hardware, tetapi juga bisa menjadi file yang terkait antar proses komunikasi. Ada 3 jenis special file yaitu: Block device file, character device file, file name pipes.

File sistem Unix / Linux memiliki bentuk seperti pohon (hirarki) terbalik. Dimana puncak bernama root, cabang-cabang akar disebut direktori. Sebagai simbol akar adalah / . Akar memiliki cabang yang dinamakan direktori default yang berarti nama direktori yang dikenal disemua sistem Unix dan Linux. 

 
Kegunaan dari masing-masing Direktori:
 
/    = Direktori yang berguna untuk menampung semua fileyang terdapat dalam sistem linux. 
/bin  = Direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan.
·         /boot = Direktori yang digunakan saat booting Linux.
·         /dev = Direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki komputer. misal /dev/ adalah file dari harddrive dan /dev/fd0 adalah file dari floppy.
 /etc = Direktori yang berisi file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux. File ini biasanya dalam bentuk file naskah atau teks.
·         /home  = direktori ini digunakan untuk menyimpan semua direktori pengguna.
·         /lib  = Direktori yang berisi file-file library yang dibutuhkan oleh program pada direktori root.
·         /mnt = Direktori yang berisi direktori yang dapat anda gunakan untuk memounting perangkan pheriperal yang dimiliki PC.
·       /proc = Direktori yang berisi buffer file yang digunakan untuk menginformasi proses yang sedang berjalan pada sistem linux.
·         /root =  direktori home untuk root.
·         /sbin = Direktori yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux.
·         /tmp = Direktori yang berisi file-file sementara. 
·         /usr = Direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi kepada semua pengguna. 
/var =  Direktori yng berisi file data yang dapat berubah-ubah saat linux sedang dalam proses.
0

Tutorial Install Ubuntu 13.04

Sunday, August 25, 2013

0

Cara Mengatur Access Point

Wednesday, August 21, 2013
 Buka start menu > control panel > Network & Internet > Network & Sharing Center
 Jika kabel LAN sudah tersambung, klik tulisan "Change Adapter Settings" 
 Klik kanan pada "Local Area Network", lalu pilih properties
 Pilih "Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu klik properties
 Centang "Use the following IP address" & isikan IP 192.168.1.x (x diisi dengan angka 2-253) & isikan subnet mask dengan 255.255.255.0


Setelah itu buka browser, pada address bar ketik "192.164.1.254" dan klik enter
 secara default, isikan username: admin & password: admin
 Klik tombol next
 Centang "AP" & klik next
 Pada kolom "SSID", isi sesuai keinginan anda & pada kolom region silahkan pilih negara anda,& klik next
 Klik "Finish"
 Jika halaman tidak dialihkan, klik F5
Pada bagian network, isilah seperti pada gambar diatas, lalu klik tombol save
Pada bagian DHCP > DHCP Settings, isilah seperti pada gambar diatas, lalu klik save
 Pada bagian system tools > reboot, klik tombol reboot
 Kembali ke bagian ini, klik kanan pada "local are network" lalu pilih properties
 Pilih "Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu klik properties
 Pada bagian ini, centang "Obtain an IP address manually"
 Kembali kesini, klik kanan pada "local area connection" dan pilih status
 pilih menu details, & jika berhasil akan seperti gambar diatas
0

DHCP

Tuesday, August 20, 2013
adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya
003 Router Mengonfigurasikan gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan.
044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047 NetBIOS over TCP/IP Scope ha Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.


0

Pengertian HUB

Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan komputer, Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus dan terganggu.

Hub berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung. Berdasarkan fungsinya Hub dibedakan menjadi 2 macam yakni:
  1. Hub pasif merupakan hub yang berfungsi sebagai pemmisah atau pembagi jaringan, akan tetapi tidak melakukan penguatan sinyal sehingga hub ini tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan.
  2. Hub Aktif berfungsi sebagai penghubung jalur secara fisik dan penguat sinyal dalam jaringan, Akan tetapi Hub aktif membutuhkan tenaga listrik tambahan untuk bisa bekerja.

0

Pengertian RouterBOARD

RouterBOARDRouterBOARD merupakan hardware (Router)  yang didesain oleh MikroTik. RouterBOARD memiliki beragam seri dan interface yang disesuaikan dengan kebutuhan.  RouterBOARD menggunakan RouterOS sebagai software / sistem operasinya.

Beberapa contoh Routerboard ini diantaranya adalah RB400, RB600, R52H, R52N, R2N yang merupakan Wireless board dan RB750, RB450G, RB1000 yang merupakan Embeded (sistem minimum) Router.

RouterBOARD  memiliki sistem pengkodean tertentu, misalnya untuk RouterBOARD RB433 seperti gambar diatas memiliki pengertian sebagai berikut:


RB433

Kode lainnya yang terdapat dibagian dibelakang tipe:
  • U  -  dilengkapi port USB
  • A  -  Advanced, biasanya level 4 atau diatasnya
  • H  - High Performance, Processor lebih tinggi
  • R  -  dilengkapi Wireless Card embedded
  • G  -  dilengkapi port Ethernet Gigabit

Diklik Ya Gan

paid to login